Jakarta pagi ini
Pagi ini terasa lain dari biasanya, ya udara Jakarta terasa dingin mencekam seperti cuaca di Puncak Bogor sana aja, gak ada terik matahari yang menyengat dan panas itu.
Tadi jam 08.30 aku berangkat dari kos menuju Pulomas, ternyata hujan. Jadi daripada naik bus umum biasa aku memilih Busway biar bisa berteduh di haltenya daripada berdiri di pinggir jalan yang gak ada haltenya, bisa kehujanan aku.
Setelah sampai di halte Busway aku beli tiket dan langsung duduk. Tidak lama kemudian petugas Busway menghampiri menyapa aku, sehingga terjadi percakapan seperti ini:
Petugas: Mau berangkat kuliah ya?
aku : gak, mau ke Pulomas
Petugas : sabar ya, busway nya lama nih
aku : gak apa-apa, kok busnya bisa lama ya?
petugas : karena Busway nya kurang
aku : emangnya jumlah Busway di koridor ini berapa?
Petugas : 10
aku : ha… 10 doank? di koridor I-III yang lama berapa?
Petugas : 40
aku : jadi di koridor ini Bus nya kurang banget donk ya?
Petugas : iya, tapi penumpang kadang mengomelin kami terus, mereka gak mengerti posisi kami, kami hanya petugas disini, bukan pengambil kebijakan. Tadi ada seorang karyawan bank ngotot untuk mau menorobos untuk masuk Bus padahal kan Bus nya uda penuh sesak. Dia malah minta saya untuk melapor kejadian ini ke Sutiyoso
Aku : nah lo….. aneh juga, emang kamu pernah ketemu Sutiyoso apa? mendingan dia ngisi kotak saran daripada ngomel-ngomel sama petugas.
Petugas : ya begitulah mas, kadang penumpang ngotot dan ngomel trus, kami kan manusia juga, kesabaran kami juga ada batasnya.
aku : iya sih, tapi kalau ada yang ngotot seperti itu tetap sabar aja ya, sambil berusaha profesional gak usah ditanggapi nanti mereka capek sendiri kok.
oh ya di Halte ini juga aku masih melihat seseorang entah dia itu wartawan atau pencatat waktu yang masih setia memantau penumpang. Ternyata wartawan media cetak dan elektronik masih tertarik untuk meliput Busway ya? apa uda gak basi untuk dijadikan berita apalagi head line news mereka?

