Saya Golput ?

Pemilu 2009 sudah semakin dekat saja, saya sendiri sudah pasti tidak akan menggunakan hak pilih saya pada pemilu kali ini. Pada pemilu 2004 lalu juga saya tidak gunakan hak pilih saya juga, jadi bisa dipastikan saya masih belum gunakan hak pilih saya sebagai warga negara yang baik, ini suatu kebanggaan saya? atau suatu kebodohan dan atau tindakan yang sangat tidak bertanggungjawab?? entahlah.

Sekedar informasi, saya mempunyai beberapa teman dekat maupun sekedar kenalan yang ikut jadi calon legislatif bahkan adik perempuan saya yang masih kuliah dan juga sambil bekerja di salah satu instansi pemerintah daerah ikut juga mencalonkan diri menjadi anggota legislatif (caleg) tingkat kabupaten.

Jadi sebelum saya mengvonis diri sendiri sebagai seorang golput ada baiknya mengetahui seluk beluk pertama kali mengapa saya tidak mencoblos atau ikut pemilu.

Tahun 2001, saya sudah di Jakarta dan masih memegang KTP daerah asal saya. KTP Jakarta masih belum punya karena sudah rahasia umum, untuk membuat KTP di DKI Jakarta bila mau terima bersih saja biayanya tidak gratis bahkan mencapai ratusan ribu. Ada cara yang murah yaitu mengurusnya secara langsung dengan mendatangi RT lalu RW dan terakhir ke kelurahan. Kebetulan ketua RT kami berada di sebelah tempat kos saya jadi saya gampang menghubunginya, lalu ketemu ketua RW? astaga ini yang repot banget, ketua RWnya seperti pejabat saja, susah banget ditemui!

Akhirnya karena sudah malas mengurus kesana-sini, saya lalu meminta “bantuan” ketua RT yang kebetulan sudah kenal baik dengan saya, istilah yang mereka pakai nembak KTP. Tetapi namanya “bantuan” ya ini seperti uang “damai”lah untuk pihak oknum polisi yang menilang kita di lampu merah.

Akhirnya sebelum pemilu tahun 2004 saya sudah punya KTP DKI Jakarta dan harusnya sudah didata sebagai penduduk Jakarta donk tapi yang anehnya ketika pemilu tahun 2004 saya tidak didata sebagai calon pemilih tetap dan tidak mendapat kartu pemilih. Anehnya petugas juga bahkan ketua RT tidak mendata warganya apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau tidak dan ternyata bukan saya saja, tetangga kami yang sejak lahir sudah jadi warga Jakarta tidak didata juga. Warga harus terlibat aktif mungkin, jadi harus datangi KPU atau instansi terkait untuk mendata mereka. Dan ternyata ada saja warga yang mendatangi petugas, tetapi permintaan mereka lama juga baru direspon karena berbagai alasan.

Tetapi waktu itu ada yang aneh menurut saya, kok KPU sepertinya rajin banget mendata WNI yang ada di luar negeri ya? sampai petugas KPU nya mendatangi negara-negara yang ada WNI nya, giliran di negeri sendiri saja yang jarak dan biaya operasionalnya kecil justru tidak disamperin untuk didata.

Ternyata jawabannya sederhana, kalau WNI di luar negeri didata dengan baik sudah pasti sang petugas akan kesana. Dan sudah bisa ditebak, selain mendata warga disana ya sekalian jalan-jalan dan menjadi wisatawan disana modus ini juga banyak dilakukan oleh wakil-wakil rakyat yang sedang duduk di Senayan sekarang. Padahal kalau dihitung-hitung berapa sih suara luar negeri itu dibanding dengan biaya yang dikeluarkan. Mendingan benahi dalam negeri dulu baru deh benahi luar negeri, bukannya saya tidak menganggap mereka tetapi ini masalah prioritas dan efektifitas saja.

Jadi saya golput karena tidak punya akses untuk membuat pilihan dalam hal ini saya tidak punya kartu pemilih dan juga kalaupun saya punya kartu pemilih belum tentu saya menggunakannya. Golput juga merupakan hak dan bagian dari demokrasi sendiri.



Artikel terkait:

  • Pemilu Legislatif 2009: Pemilu Paling Brengsek !Pemilu Legislatif 2009: Pemilu Paling Brengsek ! Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Pemilu Legislatif 2009 merupakan pemilu yang paling brengsek. Kebrengsekan itu bermula dari daftar pemilih tetap (DPT) yang brengsek. Kemudian […]
  • Pengangguran & Kemiskinan: Turun atau Turun-menurun?Pengangguran & Kemiskinan: Turun atau Turun-menurun? Dalam salah satu orasi capres dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) beberapa saat lalu mengatakan bahwa klaim pemerintah yang mengatakan bahwa bahan bakar minyak (BBM), […]
  • Prahara BENDERAPrahara BENDERA Markas Benteng Demokrasi Indonesia (Bendera) semalam tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal (12/02/2010). Sepintas ini merupakan hal yang luar biasa, namun sebenarnya menurut saya ini […]
  • Indonesia Bubarkan CGIIndonesia Bubarkan CGI Indonesia sudah tidak k mau jadi budak IMF! ini sudah terjadi, dimana akhirnya Indonesia sudah membayar lunas utangnya ke IMF (International Money Found) Nah, dengar-dengar Presiden SBY […]

2 Comments

  1. Kris says:

    @Hilarius Laia: Terima kasih atas saran dan informasinya bro, Ya`ahowu!

  2. Hilarius Laia says:

    Saran saya jgn golput bro,…sekarang pada pemilu ini tidak ada kartu pemilih lagi tetapi yang dibawa cuma KTP saja dan ada baiknya satu minggu sebelum pemilu sdra tanya ke ketua RT mau milih di TPS mana,…
    Kan suara kamu sangat sayang banget………
    tapi terserah lhu sih bro…..

Comments are now closed for this article.