Selamat Bercontreng Ria!

* Ribuan bahkan jutaan penduduk “dipaksa” untuk golput

Hari ini seluruh negeri berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara, dan juga mungkin ribuan bahkan jutaan warga yang golput (golongan putih). Alasan mereka golput sangat bervariasi mulai dari kekecewaan terhadap pemerintahan sekarang ini yang masih belum terlalu berhasil memberantas korupsi dan kemiskininan maupun golput karena hal sepele yaitu mereka tidak didata oleh petugas terkait.

Saya katakan hal sepele karena pendataan calon pemilih seharusnya tidak kacau-balau bila instansi terkait yang berwenang mendata penduduk bekerja dengan baik, banyak petugas yang ogah-ogahan mendata penduduk yang akhirnya hasilnya sangat fatal, ribuan bahkan jutaan penduduk “dipaksa” untuk tidak menggunakan hak pilihnya.

Kita sering menyaksikan di media masa baik elektronik maupun cetak tentang berita-berita betapa semangat/antusiasnya warga untuk dapat ikut berpartisipasi dalam pemilihan umum tetapi hasilnya mungkin sangat menyakitkan bahkan banyak yang gigit jari dan terpaksa mememinta-minta untuk mencontreng tetapi tidak digubris juga karena alasan mereka belum terdaftar. Disisi lain ribuan nama-nama pemilih ganda, pemilih yang sudah meninggal bahkan nama pemilih fiktif justru terdaftar, ironis!

Mereka tidak “diberi” kesempatan untuk memilih karena berbagai alasan teknis dari petugas. Lalu apakah petugas terkait yang harus disalahkan? atau penduduknya yang disalahkan karena tidak berperan aktif dalam mendaftarkan dirinya? sepertinya warga yang aktif masih belum terlalu membantu dalam menekan angka golput bila koordinasi dari petugas tidak jelas karena sebenarnya warga harusnya dilayani. Lalu menyalakan petugas? kita tahu sendiri di negeri ini untuk mencari siapa yang salah sangat susah bagai mencari jarum dalam tumpukan jerami.

Baiklah kita harus menatap masa depan bangsa ini, ke depan pendataan penduduk harus dibenahi dan tidak boleh ada kesalahan lagi, kesalahan yang mengakibatkan hilangnya hak seorang warga negara yang diakibatkan pendataan petugas terkait harus diganjar dengan hukuman seberat-beratnya bahkan hukuman pidana karena kesempatan untuk menyalurkan hak suara/memilih merupakan hak setiap warga negara. Singkatnya semua warga negara harus terdaftar sebagai calon pemilih. Terlepas apakah warga negara yang terdaftar tidak menggunakan hak pilihnya ataupun menggunakan hak pilihnya, itu merupakan urusan yang bersangkutan.

Biarlah rakyat yang menentukan apakah menggunakan hak pilihnya atau tidak mengunakan hak pilihnya dengan ikut golput (golongan putih), bukankah memilih merupakan hak dasar setiap manusia? jadi kalau warga golput, itu hak dia dan tidak boleh ada cap haram, tidak bertanggungjawab, munafik dan lain-lain bagi warga yang golput.

Selamat bercontreng ria!



Artikel terkait:

  • Yes You Can (2)Yes You Can (2) "...... Ahirnya pelantikan Barack Obama benar-benar terjadi walaupun dalam keadaan sederhana, jutaan warga berkumpul di sekitar lokasi pelantikan, jutaan warga Amerika lainnya menyaksikan […]
  • Moral Politisi Senayan Hanya Sebatas Proyek?Moral Politisi Senayan Hanya Sebatas Proyek? Semua orang tahu DPR itu merupakan lembaga tinggi negara yang mewakili kepentingan rakyat banyak, namanya saja sudah Dewan Perwakilan Rakyat / DPR. Tetapi dalam prakteknya, tindakan dan […]
  • Yes You Can!Yes You Can! Nih posting baru, baru posting nih...... Tanpa terasa sudah tanggal 24 Januari 2009 yang berarti tinggal beberapa hari lagi bulan Januari ini akan berakhir, padahal perasaan baru kemarin […]
  • Pengangguran & Kemiskinan: Turun atau Turun-menurun?Pengangguran & Kemiskinan: Turun atau Turun-menurun? Dalam salah satu orasi capres dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) beberapa saat lalu mengatakan bahwa klaim pemerintah yang mengatakan bahwa bahan bakar minyak (BBM), […]

Trackbacks for this post

  1. […] ataupun menggunakan hak pilihnya, itu merupakan urusan yang bersangkutan (kutipan dari tulisan saya sebelumnya, 9 April […]

  2. […] ataupun menggunakan hak pilihnya, itu merupakan urusan yang bersangkutan (kutipan dari tulisan saya sebelumnya, 9 April […]

  3. […] ataupun menggunakan hak pilihnya, itu merupakan urusan yang bersangkutan (kutipan dari tulisan saya sebelumnya, 9 April […]

Comments are now closed for this article.