Prahara BENDERA

Markas Benteng Demokrasi Indonesia (Bendera) semalam tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal (12/02/2010). Sepintas ini merupakan hal yang luar biasa, namun sebenarnya menurut saya ini adalah hal yang wajar. Wajar karena di negeri nan demokratis ini, kritik tajam yang dibarengi dengan tindakan kekerasan sepertinya telah menjadi salah satu paket yang setiap hari kita saksikan di media televisi.

Lihat saja di kampus-kampus yang menjadi “sarang”nya calon intelektual muda, setiap kritik yang disalurkan melalui demonstrasi kalau boleh dibilang selalu dibarengi dengan bumbu kekerasan, dorong-dorngan dengan aparat. Sebenarnya saya dulu salah satu yang senang dengan berdemo pakai pola ini, tetapi lama-kelamaan kok perasaan demonstrasi sekarang semakin banyak tindakan kekerasan yang tidak perlu dibanding dengan isi tuntutan para pendemo itu ya. Saya bukan anti demo, malah mendukung tetapi menurut saya berdemo yang wajarlah. Kalau tuntutan tidak didengar, tidak harus melakukan provokasi yang menjurus ketindakan kekerasan.

Aparat di lapangan juga kadang menambah ricuh suasana. Lihat saja beberapa kasus penggusuran yang dilakukan aparat polisi pamong praja yang kurang bersahabat. Lalu apa hubungan tindakan-tindakan tidak wajar ini dengan penyerangan markas Bendera diatas? Hubungannya adalah bahwa kelompok tertentu yang tidak suka dengan tindakan aktifis Bendera itu akan mengkritik dalam bentuk penyerangan, intimidasi dan bukan adu argumen atau mengklarifikasi dengan memberikan data-data yang bisa membantah tuduhan itu dan bukan malah sebaliknya langsung mengkriminalkan pelapor dengan memakai pasal pencemaran nama baik atau menganggap difitnah.

Saya dizolimi, difitnah dibilang ini dan itu. Pernyataan semacam ini sering kita dengar dari para politisi dan pemimpin negeri. Sering curhat, seakan-akan apa yang dikeluhkan warga atau LSM semuanya fitnah dan tidak benar. Dan kalaupun tidak benar, kenapa harus repot-repot curhat, cengeng sekali (meminjam kata salah satu keomentator di televisi).

Hentikan kekerasan, dukung sikap kritis dan berani aktifis Bendera dan usut penyerang markas Bendera itu biar anak bangsa tidak takut bersuara dan bebas dari intimidasi. Jangan lebay plis!



Artikel terkait:

  • Pengangguran & Kemiskinan: Turun atau Turun-menurun?Pengangguran & Kemiskinan: Turun atau Turun-menurun? Dalam salah satu orasi capres dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) beberapa saat lalu mengatakan bahwa klaim pemerintah yang mengatakan bahwa bahan bakar minyak (BBM), […]
  • Selamat Bercontreng Ria!Selamat Bercontreng Ria! * Ribuan bahkan jutaan penduduk "dipaksa" untuk golput Hari ini seluruh negeri berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya sebagai warga […]
  • Yes You Can!Yes You Can! Nih posting baru, baru posting nih...... Tanpa terasa sudah tanggal 24 Januari 2009 yang berarti tinggal beberapa hari lagi bulan Januari ini akan berakhir, padahal perasaan baru kemarin […]
  • Saya Golput ?Saya Golput ? Pemilu 2009 sudah semakin dekat saja, saya sendiri sudah pasti tidak akan menggunakan hak pilih saya pada pemilu kali ini. Pada pemilu 2004 lalu juga saya tidak gunakan hak pilih saya […]

Comments are closed.