RPP Konten Multimedia, Peraturan Reaktif

Rancangan Peraturan Menteri tentang konten multimedia menurut saya merupakan rancangan peraturan reaktif atas “kegagalan” pemerintah dalam memerangi atau membendung aksi sebagian tulisan di blog, forum maupun di situs-situs lainnya yang melanggar hukum ataupun ada indikasi melanggar hukum di Indonesia ataupun menghina tokoh-tokoh tertentu seperti artikel dan gambar yang menghina nabi salah satu agama beberapa waktu yang lalu.

Tuduhan saya ini berdasarkan atas salah satu pasal yang justru menghukum penyelenggara (provider) yang belum tentu berperan sebagai penulis konten dan bukan menghukum penulis konten misalnya. Dan cara ini dianggap efektif karena kalau ada pelanggaran maka tinggal meminta pertanggungjawaban provider tadi, mencari biang kerok atau penulis konten tidak perlu lagi karena sudah otomatis ada tersangkanya. Kalau pakai cara ini, betapa “praktisnya” mencari pelaku kejahatan di dunia maya. Tanpa bantuan pakar, ahli IT atau pakar forensik, pihak berwajib sudah dapat tersangkanya, instan!

Kasus yang berusaha menyeret penyelenggara konten misalnya pernah dialami Youtube karena dianggap telah mempublikasi hak cipta dari para penyedia materi yang videonya diupload di situs youtube.com. Dan hasilnya apa? Apakah Youtube sukses dijerat? Jawabannya hampir tidak mungkin dan mereka akhirnya terbebas dari jeratan hukum.

RPM tentang multimedia ini seperti peraturan yang berusaha mencari tikus dalam lumbung padi, gudang makanan atau gudang penyimpanan. Karena rasa frustasi dan ketidakberdayaan mencari tikus itu, maka gudangnya dihanguskan, dibakar! Segitunyakah sampai membakar gudang tersebut? Sepertinya tidak tepat dan tidak bijaksana. Tetapi ya itu tadi, karena panik makanya timbullah kebijakan yang reaktif itu dengan membakar gudang atau lumbung padinya. Tentunya cara ini bukan menyelesaikan masalah.

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) saja perlu ditinjau kembali karena sudah ada korbannya, kementrian komunikasi dan informasi justru menambah peraturan yang kontroversial. Semoga peraturan ataupun undang-undang yang dibuat pemerintah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mengayomi dan melindungi masyarakat dari kejahatan atau kerugian yang ditimbulkan dari penyebaran konten multimedia dan bukan justru sebaliknya menjadi media baru dalam “membunuh” kreatifitas khususnya di dunia maya.



Artikel terkait:

  • Reshufle, Reshufle…..!!Reshufle, Reshufle…..!! May Be Yes, May Be No. Inilah komentar miring dari media maupun masyarakat menanggapi reshufle kabinet dan ternyata jawabannya yes. Ya, kemarin kabinet direshufle walaupun cuma sedikit […]
  • Beriklan di Blog Anda, Mau?Beriklan di Blog Anda, Mau? Saya mau beriklan di blog anda, atau kami mau ajak saudara untuk memanfaatkan media (blog) yang anda kelola untuk mempromosikan produk/jasa kami, mau? Pastinya respon kita beragam dalam […]
  • Bingung Pilih ThemesBingung Pilih Themes Themes merupakan salah satu unsur penting dalam blog / website, theme bisa mewakili isi blog maupun siapa pemilik blog sebenarnya walau teori ini tidak mutlak sih. Nah dengan pemikiran […]
  • Blog Dalam Aktifitas Anda, Berperankah?Blog Dalam Aktifitas Anda, Berperankah? Bila kita mendengar kata blog maka yang terlintas di benak kita adalah suatu alamat website pribadi yang sebagian besar ditulis pemilik blog bersangkutan yang disebut blogger yang berisi […]

2 Comments

  1. isnuansa says:

    Sampai sejauh ini, belum ada blogger yang menulis setuju dengan RPM Konten. Saya mungkin akan nyusul nulis, kalo nggak sibuk, hehe…

Comments are now closed for this article.