26th SEA GAMES Indonesia 2011

Nasionalisme Sepak Bola, Partai “Berdarah-darah”

Pasukan merah putih sudah dipastikan meraih gelar juara umum pada perhelatan SEA Games ke-26. Dan publik tanah air jelas sangat terhibur dengan prestasi yang dicapai atlit-atlit kita, sepertinya nasionalisme kita sedang berada di titik puncak. Permainan ini (SEA Games) adalah sebuah “perang” yang berkobar bukan hanya terjadi di stadion tetapi menjalar ke seluruh pelosok negeri. Ada kebanggaan, haru dan solidaritas spontan yang bisa mempersatukan kita sebagai sebuah bangsa untuk melawan “musuh” bersama dan melupakan kesibukan masing-masing, melupakan hiruk-pikuk politik sejenak.

Seandainya saja tim sepak bola Garuda muda (U-23) berhasil mengalahkan Malaysia di partai puncak semalam (21/11/2011) yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno maka bisa dipastikan kita dan atau setidaknya publik pecinta sepak bola akan berpesta semalam suntuk merayakan kemenangan ini. Tapi yang namanya permainan, terkadang menang dan atau kalah. Kali ini kita masih harus puas di posisi runner-up. Itulah permainan, sepak bola itu bundar. Tetapi walau kalah, perjuangan tim Garuda muda tidaklah mengecewakan dan sia-sia. Publik akan selalu mengingat prestasi mereka.

Setiap pesta akbar sekelas sepak bola yang merupakan olahraga yang paling digemari di seluruh dunia termasuk di Indonesia sudah hampir dipastikan akan memunculkan sosok “pahlawan” baru dan duo Papua yaitu Titus Bonai (Tibo) dan Patrich Wanggai orangnya.

Secara umum publik yang menonton langsung sepak bola di Gelora Bung Karno menunjukkan kedewasaanya dengan tidak melakukan pengrusakan atau berulah yang membuat tuan rumah disorot lagi. Namun ada beberapa insiden yang bahkan berujung hilangnya nyawa suporter yang berdesak-desakan untuk merengsek masuk karena kurangnya personil keamanan.

Alasan petugas keamanan di lapangan hal ini terjadi karena jumlah penonton tidak sebanding dengan jumlah petugas keamanan. Pertanyaannya, kenapa hal ini tidak dibenahi? Apalagi partai ini sudah dipastikan akan menyedot perhatian ratusan ribu penggemar sepak bola. Aparat harusnya tidak lengah dan tetap displin dalam menjalankan tugasnya. Contoh kasus yang hampir fatal adalah ketika babak kedua telah berakhir dan sudah dipastikan akan ada penambahan waktu maka petugas keamanan yang menjaga pintu-pintu masuk stadion justru asyik duduk-duduk dan meninggalkan posnya masing-masing bahkan banyak yang masuk ke dalam stadion dan ikut-ikutan menonton.

Dan yang terjadi, penonton yang tidak punya tiket leluasa bebas masuk ke dalam stadion untuk menonton partai penambahan waktu. Akibatnya tribun penonton penuh sesak, lorong-lorongnya juga penuh dengan penonton. Banyak penonton terutama perempuan yang pingsan, untung tidak ada korban jiwa.

Sesuatu Banget Ya!

Tanah Papua bolehlah berbangga dan menunjukkan kepada dunia dan setidaknya Indonesia bahwa daerah mereka bisa memberikan sesuatu prestasi yang membuat Indonesia bangga. Papua bolehlah show off sejenak bahwa mereka punya potensi dan tidak selalu tertinggal dengan saudara-saudara lainnya di tanah air. Jelas di stadion GBK nama Papua disanjung tinggi, ini awal yang baik semoga publik dan terlebih-lebih pemerintah tidak menganggap anak tiri daerah ini. Mereka itu saudara-saudari kita, Papua memang mutiara hitam yang terpendam!

 



Artikel terkait:

  • Indonesia, Macan Asia Tenggara Yang Sedang Bangkit?Indonesia, Macan Asia Tenggara Yang Sedang Bangkit? Pesta olahraga antara bangsa-bangsa di Asia Tenggara kini sedang berlangsung di Jakarta - Palembang dan sejauh ini kita patut bangga dengan prestasi yang disumbangkan untuk Merah Putih. […]
  • Tua di JalanTua di Jalan Bö`ö mbanua, bö`ö hada begitulah kira-kira pepatah dari daerah Nias yang terjemahan bebasnya kira-kira beda kampung, beda juga adat-istiadatnya. Nah, kalau istilah ini diplesetkan dengan […]
  • Wamen Denni Indrayana Tampar Sipir?Wamen Denni Indrayana Tampar Sipir? Kontroversi penamparan sipir penjara yang dilakukan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana sedang hangat dibicarakan di media massa. Masih belum jelas duduk perkaranya, […]
  • Timnas yang MalangTimnas yang Malang Pupus sudah harapan tim nasional sepak bola Indonesia untuk menjadi kampiun di perhelatan sepak bola antara negara-negara Asia Tenggara. Piala AFF 2012 yang sudah lama diincar agar mampir […]

Comments are closed.