Benarkah Prospek Bisnis Online Menggiurkan?

Sudah 3 tahun saya berbisnis sampingan yaitu bisnis online yang fokus pada desain website, pendaftaran domain dan hosting provider.  Selama itu saya terus bergumul dengan pilihan karir apakah benar-benar menjadi internet entrepeneur ataupun mencari alternatif bisnis lain, bisnis offline tentunya atau bahkan memilih menjadi pekerja profesional saja. Tetapi semakin lama bergumul, semakin punya keinginan kuat untuk menjadi pengusaha apapun model bisnisnya.  Kini saya fokus mengembangkan bisnis online, awal tahun 2012 saya menjawab pergumulan saya dengan benar-benar terjun berbisnis online dan menjadikannya sebagai pekerjaan utama, bukan sampingan lagi.

Untuk sebagian calon pebisnis maupun yang sudah menjalaninya, ada beberapa opsi dalam menyikapi bisnis online yaitu dengan memindahkan model bisnis dari offline ke online misalnya dari toko yang ada bangunan fisiknya ke toko online (e-commerce) dan atau menjalankan dua-duanya yaitu toko online dan offline.  Ada pula yang memulai langsung bisnisnya secara online, belakangan baru membuka toko atau semacam show room untuk mengantisipasi bila ada pelanggan yang ingin melihat-lihat fisik barang yang akan dibeli bahkan ada pula yang “ekstrim” yaitu model bisnisnya online, tidak pernah memikirkan offline lagi.

Pertanyaannya sekarang apakah tren bisnis online ke depan semakin meningkat atau sebaliknya mundur? Atau mungkinkah pertanyaan seperti ini tidak perlu muncul lagi? Kalau pertanyaan ini kita tujukan ke orang dibalik suksesnya usaha online di Indonesia seperti Bhinneka, TokoBagus, Kaskus maka jawabannya mungkin prospeknya menggiurkan, seksi. Pengalaman saya sendiri menyaksikan beberapa teman yang berjualan online dengan mendirikan situs e-commerce bahkan ada yang sekedar memajang dagangannya di Facebook, mereka cukup berhasil. Tetapi ada juga beberapa teman saya yang jatuh bangun di bisnis online dan lalu berhenti.

Di luar negeri kita menyaksikan proses “evolusi” situs Multiply yang sempat jaya dengan jaringan media sosialnya. Pada awal pendiriannya Multiply merupakan situs jejaring sosial yang memungkinkan orang untuk saling berbagi media seperti foto, video. Sekarang? Multiply telah menjadi situs jual-beli online. Dan yang menghebohkan lagi, kantor pusat Multiply yang berada di Amerika akan dipindahkan ke Indonesia. Tentunya memindahkan kantor pusat ke negara dan benua berbeda bukan perkara mudah, tentunya dengan proses perencanaan yang matang.

Tetapi Indonesia dipilih karena pasarnya besar dan masih belum digarap dengan maksimal, hanya terdapat beberapa situs jual-beli yang bermain di sektor ini. Maka pilihan Multiply untuk banting setir yang menjadi situs jual-beli berbasis media sosial sekaligus memindahkan kantornya ke tanah air adalah pilihan tepat.

Nah, kita yang sedang bingung mencari peluang usaha bisa mengambil model bisnis online. Bagaimana sudah siap berbisnis? Siap jadi pengusaha? Lakukan saja dulu, ambil resiko, temukan passion Anda. Selamat berbisnis.

* Image by: plmi.org



Artikel terkait:

  • Bimbingan Tesis Kini Bisa Via OnlineBimbingan Tesis Kini Bisa Via Online Universitas Mercu Buana pada hari Jumat dan Minggu (13 & 15 Februari 2015) lalu resmi meluncurkan program tugas akhir online bekerja sama dengan Google dengan memanfaatkan Google Apps […]
  • Koran Gratis, Selamat Datang!Koran Gratis, Selamat Datang! Selama ini kita sering mendapatkan tabloid maupun majalah gratis. Namanya juga gratisan otomatis media-media semacam ini mengandalkan iklan sebagai sumber pendapatan mereka, konsekuensinya […]
  • Verifikasi PayPal Dengan Kartu Debit Update (26/07/20/2010): sejak tanggal 12 April 2010, verifikasi PayPal dengan menggunakan rekening bank lokal Indonesia telah dinon-aktifkan, semoga fitur ini diaktifkan kembali […]
  • Saatnya Memiliki Rekening “legal” di PayPalSaatnya Memiliki Rekening “legal” di PayPal Bagi sebagian besar blogger (yang menerima donasi di blognya), website jual beli (e-commerce) ataupun perusahaan media/jasa/hiburan yang mengandalkan internet sebagai salah satu media […]

Comments are closed.