Kontroversi Penamparan Sipir

Wamen Denni Indrayana Tampar Sipir?

Kontroversi penamparan sipir penjara yang dilakukan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana sedang hangat dibicarakan di media massa. Masih belum jelas duduk perkaranya, tetapi kasus ini telah menyandera tindakan yang jauh lebih mulia yaitu pemberantasan narkoba dan kejahatan lain di penjara. Mengerikan dan sangat tidak wajar bila narkoba bertebaran di penjara, bahkan hewan piaraan seperti anjing bisa dimiliki oleh warga binaan di penjara. Sungguh, ini tidak lucu, penjara bukan rusun, perkampungan atau apartemen yang dengan seenaknya bisa disalahgunakan oleh penghuni penjara maupun oknum sipir penjara.

Belakangan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENKUMHAM) tentang penindakan narkoba dibekukan sementara. Walau tindakan kekerasan seperti penamparan adalah pelanggaran akan tetapi lebih berat dibanding dengan kasus-kasus narkoba di penjara di seluruh tanah air. Anehnya yang disorot kasus “kecil” berupa penamparan, kasus narkoba yang sedang diberantas seakan tidak menarik untuk dibahas.

Serangan Balik Gembong Narkoba?

Brigadir Jenderal Benny Mamoto, Direktur Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, membantah ada insiden penamparan yang dilakukan oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana kepada petugas pintu Lapas Pekanbaru. “Bohong berita itu,” kata Benny saat dihubungi pada 3 April 2012. “Tidak ada penamparan.” Brigadir Jenderal Benny Mamoto selanjutnya mengatakan “Mereka (pihak sindikat narkoba) hanya mau mengalihkan isu ini,” ujarnya. (TEMPO.CO, 03/04/2012).

Kalau fakta ini benar adanya maka celakalah negeri ini, gembong narkoba sudah mulai bermanuver dan berani melawan dengan memanfaatkan lembaga pemerintah sendiri untuk menyerang pihak yang berkepentingan dalam pemberantasan kasus narkoba.

Kalau kasus penamparan ini hanya berita bohong maka ini merupakan “kudeta”, serangan balik oknum-oknum sipir dan pihak terkait yang tidak nyaman dengan gebrakan yang dilakukan BNN dan KEMENKUMHAM.

Dukung BNN dan KEMENKUMHAM untuk memberantas mafia di penjara, bahkan kalau harus menampar oknum sipir penjara yang terkesan mengulur waktu untuk memberikan akses jadi sah-sah saja dan bisa dimaklumi. Pemberantasan mafia narkoba memang harus cepat, butuh perlakuan ekstra tanpa melalui prosedur dan birokrasi untuk menciduk gembong yang bersarang disana.

* Photo by: Tempo.co



Artikel terkait:

  • Nasionalisme Sepak Bola, Partai “Berdarah-darah”Nasionalisme Sepak Bola, Partai “Berdarah-darah” Pasukan merah putih sudah dipastikan meraih gelar juara umum pada perhelatan SEA Games ke-26. Dan publik tanah air jelas sangat terhibur dengan prestasi yang dicapai atlit-atlit kita, […]
  • Timba-timba Koe AheTimba-timba Koe Ahe Ada salah satu perumpaan menggelikan dalam bahasa Nias yang buat saya paling cocok saya "hadiahkan" kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas keberhasilannya "merebut" kursi […]
  • Indonesia, Macan Asia Tenggara Yang Sedang Bangkit?Indonesia, Macan Asia Tenggara Yang Sedang Bangkit? Pesta olahraga antara bangsa-bangsa di Asia Tenggara kini sedang berlangsung di Jakarta - Palembang dan sejauh ini kita patut bangga dengan prestasi yang disumbangkan untuk Merah Putih. […]
  • Tua di JalanTua di Jalan Bö`ö mbanua, bö`ö hada begitulah kira-kira pepatah dari daerah Nias yang terjemahan bebasnya kira-kira beda kampung, beda juga adat-istiadatnya. Nah, kalau istilah ini diplesetkan dengan […]

Comments are closed.