Presiden SBY dan Bupati Aceng

SBYMencari persamaan diantara presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dengan Bupati Garut Aceng Fikri mungkin sangat sulit dan kalaupun ada persamaan diantara kedua sosok ini bisa jadi karena mereka kini sama-sama duduk sebagai pejabat publik. Namun strata keduanya jelas berbeda, Aceng Fikri “hanyalah” seorang Bupati sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono adalah seorang Presiden.

Akhir-akhir ini, sosok Aceng Fikri tiba-tiba saja mencuat secara nasional dan diliput secara luas berhari-hari oleh berbagai media, pagi, siang dan malam. Hal ini terjadi karena tidak lain dan tidak bukan hanya gara-gara urusan pribadi yang sebenarnya bukan konsumsi publik. Pernikahan siri sang Bupati yang kemudian menceraikan istrinya secara kilat sukses menjadi “sensasi” tersendiri di tengah hiruk-pikuk berita hangat lainnya secara nasional sebutlah demo buruh dan kasus korupsi yang sedang ditangani KPK. Pernikahan kilat yang bikin geleng-geleng kepala.

Lain lagi dengan presiden negara kita tercinta Susilo Bambang Yudhoyono yang mendapat gelar kasatria dari Ratu Elizabeth II dari Kerajaan Inggris Raya itu. Presiden menyatakan bahwa “negara wajib menyelamatkan orang-orang yang tidak punya niat melakukan korupsi, tapi bisa salah dalam mengemban tugas-tugasnya. Jangan biarkan mereka dinyatakan bersalah dalam Tipikor,”  beritasatu.com, Senin (10/12/2012).

Pernyataan beliau yang seakan memaklumi dan membela pejabat yang korupsi, dengan catatan pejabat tersebut tidak punya niat melakukan korupsi membuat publik geleng-geleng kepala pula. Bagaimana mungkin seorang kepala negara yang selama ini berteriak-teriak untuk memberantas korupsi tiba-tiba melembek dan seakan memaklumi kejahatan korupsi?

Bagaimana jadinya kalau pejabat yang jadi tersangka korupsi membela diri sesuai dengan “saran” presiden bahwa dirinya layak dibela negara karena sesungguhnya tidak punya niat melakukan korupsi dan melakukan korupsi karena terjebak dengan suasana saja? Belum dikasih saran saja, para pelaku korupsi punya senjata andalan yang sangat “kreatif” selama ini yaitu lupa dan atau tiba-tiba mengaku sakit, belakangan akan menambahkan embel-embel tidak punya niat melakukan korupsi.

Bagaimana jadinya ketika warga di negara ini menikahi anak gadis orang lalu menceraikannya (secara kilat pula) karena alasan sang gadis sudah tidak “asli” lagi?

Dan akhirnya, mungkin persamaan Presiden SBY dan Bupati Aceng ketemu juga, di penghujung tahun 2012, kedua sosok ini sama-sama bikin geleng-geleng kepala!

Photo by: edueast.info



Artikel terkait:

  • Timba-timba Koe AheTimba-timba Koe Ahe Ada salah satu perumpaan menggelikan dalam bahasa Nias yang buat saya paling cocok saya "hadiahkan" kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas keberhasilannya "merebut" kursi […]
  • Rekor Sang MenteriRekor Sang Menteri Mundurnya Andi Mallarangeng sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia yang langsung diajukan secara lisan maupun tertulis pada hari Jum`at (07/12/2012) kepada […]
  • Prahara BENDERAPrahara BENDERA Markas Benteng Demokrasi Indonesia (Bendera) semalam tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal (12/02/2010). Sepintas ini merupakan hal yang luar biasa, namun sebenarnya menurut saya ini […]
  • SDM kepulauan Nias TerkiniSDM kepulauan Nias Terkini Ada yang tahu berapa total kampus yang beroperasi di kepulauan Nias? Berapa jumlah pemuda/i kepulauan Nias yang kini sedang mengenyam pendidikan tinggi (khususnya di kepulauan Nias, plus […]

2 Comments

  1. afan says:

    tersangka korupsi yang tidak berniat untuk korupsi.
    Lucu juga ya pak SBY.
    Akan muncul banyak persepsi dari statement nya.

    Jangan2?

Comments are now closed for this article.