News in Pictures

Trotoar Jahanam

Pernahkah sesekali memanfaatkan jalur pedestrian? Rasanya siapapun butuh jalur pedestrian yang nyaman dan aman. Celakanya, trotoar di Indonesia apalagi di Jakarta tidak pernah serius dibenahi oleh pihak terkait, semrawut.

Dan salah satu jalur pedestrian yang paling menyebalkan buat saya adalah yang terletak di jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat. Terkadang ketika hari Sabtu, saya menyusuri jalan Menteng Raya dari kampus Mercu Buana menuju ke arah TIM,  hati sering menyumpahi orang-orang yang bertanggungjawab dibalik kebijakan pembangunan “hutan” tonggak ini.

Selain memboroskan anggaran karena terlalu banyak tonggak tidak penting yang dibuat, pejalan kaki juga justru direpotkan, alih-alih melindungi pejalan kaki seperti tujuan semula. Inilah salah satu “jalur neraka”, terlalu 🙂

Oh iya, Happy Week Guys….

Hutan tonggak di atas pedestrian

Hutan tonggak di atas trotoar, mubajir dan semrawut.

Rombongan keluarga yang ingin ke arah TIM harus mengalah berjalan di jalan raya, daripada memaksa berjalan zig-zag di trotoar

Rombongan keluarga yang ingin ke arah TIM harus mengalah berjalan di jalan raya, daripada memaksa berjalan zig-zag di trotoar.

Pedestriannya cukup lebar, namun percuma tidak ada gunanya. Harus jalan sambil menyamping untuk lewat

Jalur pedestriannya sih cukup lebar, namun percuma tidak ada gunanya, pejalan kaki harus jalan sambil menyamping untuk bisa lewat.

Tonggak yang seyogiaya menjadi pelindung pejalan kaki justru bikin pejalan kaki susah

Tonggak yang seyogiaya menjadi pelindung pejalan kaki justru bikin pejalan kaki susah lewat.

Harus turun ke jalan karena pedestrian "ikutan" jadi penghalang manusia untuk lewat, alih-alih melindungi malah. Pejalan kaki terpaksa menyerah turun di jalan raya

Harus turun ke jalan karena jalur pedestrian “ikutan” jadi penghalang manusia untuk lewat, alih-alih melindungi pejalan kaki malah terpaksa menyerah turun di jalan raya.

If you liked this post, say thanks by sharing it 🙂

Buy and Sell text links



Artikel terkait:

  • Intip Taman Ismail Marzuki yukIntip Taman Ismail Marzuki yuk Sebenarnya hari ini tujuan saya ke Taman Ismail Marzuki (TIM) dalam rangka melihat pameran naskah sastra Betawi abad ke-16 yang digelar hingga 16 Juli 2013 yang menampilkan seni lukis dan […]
  • Pameran TA FDSK UMBPameran TA FDSK UMB Ruang pamer Fakultas Desain dan Seni Kreatif (FDSK) Universitas Mercu Buana tampak ramai ketika saya menyambangi kampus A (Meruya) pada hari Sabtu (27/06). Ruang pamer yang baru […]
  • Outbound MM Universitas Mercu BuanaOutbound MM Universitas Mercu Buana Saya bersama ratusan teman-teman mahasiswa Magister Manajemen Universitas Mercu Buana angkatan 23 ikut acara outbound di Villa Ratu, Bogor (15-16 Februari 2014) dengan diikuti sebanyak 285 […]
  • Pembukaan Perkuliahan UMB TA 2015/2016Pembukaan Perkuliahan UMB TA 2015/2016 Pembukaan Perkuliahan mahasiswa baru Universitas Mercu Buana TA 2015/2016 dengan keynote speaker Dr. Rizal Ramli (Menteri Koordinator Kemaritiman RI)

One Comment

  1. penablog says:

    Luar biasa bikin orang susah lewat 🙁
    siapa juga itu yang bikin kenapa ga mikir dulu yah.
    apa karena ini suka banyak dilewatin motor atau jadi pangkalan ojek jadi dikasih tiang begitu?

Comments are now closed for this article.

Get Adobe Flash player