Segera Bahas Isu Perbatasanmu ASEAN

Salah satu akar dari sebagian besar konflik dalam sejarah dipicu oleh konflik teritorial antara negara yang satu dengan negara lain atau bahkan melibatkan beberapa negara. Sebagi satu kesatuan komunitas di kawasan, ASEAN mempunyai tantangan yang cukup serius untuk meredam konflik perbatasan, dan sesegera mungkin duduk bersama membahas isu perbatasan negara-negara anggotanya untuk menghindari konflik terbuka di masa yang akan datang.

Selat Malaka | www.mpa.gov.sg
Beberapa negara anggota ASEAN saling mengklaim batas negaranya menurut versi masing-masing bahkan ada satu wilayah yang diperebutkan oleh beberapa negara. Hal ini menjadi duri dalam daging, mengingat ASEAN sebagai satu kesatuan komunitas mempunyai “musuh” bersama dalam perebutan wilayah di luar sana, sebut saja dengan China dimana beberapa negara anggota ASEAN saling klaim wilayah dan berkonflik dengan negara yang sedang booming ekonominya tersebut. Bila diantara negara-negara ASEAN sendiri saja masalah perbatasan menjadi masalah pelik yang seakan belum ada solusinya, sulit membayangkan ASEAN mampu juga menangani konflik perbatasan dengan negara-negara lainnya.

Kawasan Asia Tenggara dalam hal ini ASEAN, secara global mempunyai empat dari sembilan choke points strategis. Konflik perbatasan di ASEAN bukan saja akan menjadi masalah serius di kawasan akan tetapi akan menjadi masalah global, mengingat selat Malaka merupakan salah satu selat tersibuk di dunia, konflik yang terjadi di selat Malaka akan mengganggu jalur perdagangan dunia.

Ada 5 negara yang sampai kini masih saling memperebutkan wilayah dengan Malaysia yaitu Thailand, Brunei, Filipina, Indonesia dan terakhir Singapura. Konflik perbatasan dengan Singapura dimulai sejak tahun 1979 dalam memperebutkan pulau Pedra Branca atau Malaysia menyebutnya Pulau Batu Puteh, pulau Batuan Tengah dan pulau Karang Selatan. Puncaknya pulau Pedra Branca diserahkan kepada pemerintahan Singapura oleh Mahkamah Internasional. Kini, masih ada dua pulau lagi yang diperebutkan oleh Singapura dan Malaysia.

Diantara berbagai isu strategis yang akan dihadapi dalam menyongsong masyarakat ASEAN di tahun 2015, masalah perebutan perbatasan adalah salah satu isu yang harus segera diselesaikan, tidak boleh masalah ini dibiarkan begitu saja tanpa adanya target kapan akan diselesaikan bersama. Merupakan tantangan dan bukti kebersamaan bagi komunitas ASEAN bila isu perbatasan segera diselesaikan bersama dengan solusi yang saling menguntungkan. Rasanya tidak afdol bila di tahun 2015 nanti diantara sesama anggota ASEAN masih saling perang dingin hanya karena dipicu oleh masalah sensitif yaitu masalah perbatasan. Masih banyak yang dikerjakan menuju komunitas tunggal ASEAN 2015…
Share on WhatsApp

0 comments:

Posting Komentar